Internasional

3 Jan 1924 – Howard Carter Menemukan Peti Mati Emas Firaun Mesir Tutankhamun Hari Ini dalam Sejarah

<div ><div id='Informasiawal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> – Arkeolog Howard Carter menemukan peti mati emas Firaun Mesir Tutankhamun pada 3 Januari 1924 di Luxor, Mesir.[ ] Howard Carter juga menemukan ribuan artefak di makam Firaun Mesir Tutankhamun.

Tutankhamun adalah firaun Mesir yang berkuasa pada 1333 1323 SM dan meninggal ketika masih berumur 19 tahun. Ketika Tutankhamun berkuasa, agama dan seni tradisional direstorasi setelah sempat dikesampingkan oleh ayahnya, Akhenaton. Penemuan makam Tutankhamun yang masih lengkap merupakan satu di antara penemuan arkeologi terbesar pada zaman modern.[ ]

<div ><div id='SekilasFiraunTutankhamun'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Tutankhamun lahir sekitar tahun 1341 SM di Mesir Kuno. Ayahnya adalah Raja Akhenaton (dikenal juga sebagai Amenhotep IV), sedangkan ibunya kemungkinan adalah salah satu saudara perempuan Akhenaton.

Ketika Tutankhamun lahir, di Mesir sedang terjadi kekacauan politik dan sosial yang besar. Ayahnya melarang penyembahan terhadap banyak dewa dan menyarankan hanya menyembah satu dewa (monoteisme) bernama Aten. Karena hal ini, ayahnya dikenal sebagai “raja yang sesat.”

Selain itu, kepemimipinan Akhenaton menjadi semakin otokratik dan rezimnya juga bertambah korup. Akhenaton akhirnya tidak lagi bertahta setelah 17 tahun, kemungkinan karena diturunkan paksa. Tidak lama kemudian, dia meninggal dan digantikan Tutankhamun yang berusia 9 tahun pada 1332 SM.

Karena masih kecil, maka tahun tahun awal kekuasaannya masih dikendalikan seorang wazir bernama Ay. Pada waktu itu, Ay dibantu komandan militer Mesir bernama Horembeb. Keduanya menolak saran Akhenaton untuk menyembah satu dewa, dan memilih kembali pada kepercayaan tradisional yang politeistik.

Tutankhamun mengembalikan ibu kota Thebes dan merestorasi pemerintahan lama, berharap dewa dewa akan kembali mendukung Mesir. Dia meminta perbaikan situs situs suci melanjutkan pembangunan kuil Karnak. Tutankhamun menikahi Ankhesenamun, saudara tirinya dan anak perempuan Akhenaton dengan Nefertiti.

Namun, mereka tidak memiliki anak yang lahir dengan selamat. [ ] <div ><div id='KematianTutankhamun'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Berdasarkan penelitian, Tutankhamun meninggal sekitar tahun 1323, kemungkinan karena infeksi ganggren.

Infeksi ini kemungkinan terjadi karena kakinya patah. Pada awalnya ada teori yang menyebutkan bahwa dia meninggal karena pukulan di kepala dari lawan politiknya, Namun, pemindaian tubuhnya pada 2006 menyimpulkan bahwa kerusakan pada tengkoraknya terjadi setelah dia meninggal, karena penanganan yang buruk pada muminya.

Penelitian lain pada 2020 menyebutkan dia menderita malaria dan menjadi cacat, membutuhkan tongkat untuk berjalan. Hal ini dapat membuat infeksi di kakinya semakin parah.[ ] <div ><div id='PencariandanpenemuanmakamTutankhamun'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Tutankhamun dikubur di makam yang kecil, meskipun dia seorang raja. Kematiannya mungkin terjadi secara tiba tiba sehingga pembangunan makam kerajaan yang besar pada waktu itu belum selesai. Maka, muminya dikuburkan di makam yang sebernanya akan digunakan orang lain.

Lokasi makamnya kemudian hilang atau tidak diketahui karena terkubur oleh reruntuhan makam selanjutnya dan adanya rumah rumah pekerja yang dibangun di pintu masuk makam. Pada 1907, seorang arkeolog Inggris bernama Howard Carter diundang untuk melakukan ekskavasi di Lembah Para Raja. Setelah pencarian sistematis yang dimulai pada 1915, Carter akhirnya menemukan makam Tutankhamun pada November 1922.

Pada Februari tahun selanjutnya, ruang depan di makam sudah dibersihan, kecuali dua patung pernjaga. Makam Tutankhamun kemudian dibuka pada 17 Februari 1923. Carter mulai mengekslorasi empat ruang dalam makam ini dan berlangsung selama empat tahun.

Pada 3 Januari 1924, dia menemukan sebuah sarkofagus batu dan berisi tiga peti mati. Peti terakhir terbuat dari emas sepenuhnya dan berisi mumi Tutankhamun.[ ] Selain itu ada ribuan artefak yang ditemui di makam tersebut.

Cartert membutuhkan sepuluh tahun untuk mengkatalogkan artefak artefak itu.[ ]

Berita Terkait

Ratna Sari Dewi Mengaku Mendapat Berlian 10 Karat dari Presiden Soekarno

Artira Dian

Ada Kobaran Api Beredar Video Detik-detik Jatuhnya Pesawat Boeing yang Tewaskan 176 Orang di Iran

Artira Dian

Remaja Ini Terinfeksi Virus Corona Jilat Kursi Toilet di Kamar Mandi Umum

Artira Dian

Akhirnya Banjir Air Mata Seorang Ibu Bisa Bertemu Anaknya yang Sudah Meninggal Berkat VR

Artira Dian

Jokowi Ma’ruf Dilaporkan Menang Telak Di Australia

Artira Dian

Miliarder Chris Cline dan Putrinya Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Artira Dian

‘Kami akan Mencari Keadilan’ PM Kanada Iran Tembak Pesawat Boeing 737 Justin Trudeau

Artira Dian

Bakal Jadi Tempat Sosial Orang Miskin & Pendidikan Anak Markas Bekas Yakuza Jepang Dihancurkan

Artira Dian

YouTuber Cilik Beli Gedung di Kawasan Elit Gangnam Korea Selatan Seharga Rp 112 Miliar

Artira Dian

Melahirkan di Usia 37 Tahun, Meghan Markle Dinobatkan sebagai ‘Geriatric Mom’, Apa Itu?

Artira Dian

Sang Ibu Tertidur hingga Lalai Dua Balita Ditemukan Tewas Kepanasan di Mobil Bersuhu 50 Celcius

Artira Dian

Yusuke Shinno dari Jepang Ciptakan Tanda Khusus Bagi Ibu Hamil Agar Mendapatkan Kursi di Kereta Api

Artira Dian

Leave a Comment