Metropolitan

Akui Tak Nyaman di Rumah Remaja yang Diculik Duda Anak 3 Diperkosa Berkali-kali Akhirnya Ditemukan

Remaja berinisial F (14) yang sempat dibawa kabur duda beranak tiga akhirnya ditemukan. Duda yang membawa kabur bocah di bawah umur tersebut diketahui bernama Wawan Gunawan (14). Sebelumnya sempat beredar kabar penculikan bocah berinisial F yang viral di media sosial.

Ternyata F diculik dan dibawa kabur oleh Wawan Gunawan. Sebelum dibawa kabur, F ternyata sempat dihamili oleh Wawan. Sebulan setelah melahirkan, F langsung dibawa kabur oleh Wawan.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu yang menangis menuai banyak komentar. Ibunda F, R (35), menangis dan berharap sang putri segera pulang ke rumah. Namun justru beredar kabar kalau F sengaja menyerahkan diri agar dibawa kabur oleh Wawan.

Setelah hampir satu bulan pencarian, F dan Wawan Gunawan akhirnya ditemukan. Wawan Gunawan diamanakan oleh jajaran Polres Metro Jakarta Barat. Selama pelariannya,WawanGunawanmembawa remaja berusia 14 tahun itu berpindah pindah lokasi persembunyian.

Keduanya akhirnya ditemukan diSukabumi, Jawa Barat. Selama pelariannya itu,WawanGunawanpun berulang kalimemperkosaremaja yang baru sebulan lalumelahirkananaknya tersebut. Ia juga hidup dari harta yang dibawa oleh remaja itu selama pelariannya.

Bayi tersebut merupakan hasil perbuatan bejatWawanGunawan. Ibunda F, R sempat melaporkan perbuatan jahat Wawan terkait dugaan pencabulan ke Polsek Cengkareng, lantaran pria tersebut tak menunjukkan itikad baik. Namun hal itu diurungkannya, karena W telah dianggap keluarga sendiri.

"Cuma kita kasihan, akhirnya enggak dilanjutkan," ujar dia. Namun rupanya kebaikan R, dibalas dengan air tuba olehWawanGunawan. Wawan Gunawan membawa kabur F, pada Rabu (29/7/2020) malam.

Setelah sebulan,WawanGunawanakhirnya berhasil diciduk pihak kepolisian, pada Jumat (21/8/2020). PenangkapanWawanGunawandibenarkan oleh Kasat ReskrimPolresMetroJakartaBaratKompol Teuku Arsya dikutip dari Kompas.com. Dalam siaran langsung di Instagram Polres Jakbar, pihak kepolisian memberikan keterangan perihal penangkapan Wawan.

Berhasil ditangkap di daerahSukabumi, Wawan rupanya sempat berpindah pindah bersama F. Hal itu dilakukan Wawan guna menghindari kejaran petugas kepolisian. "Tim gabungan melakukan pencarian, karena membutuhkan waktu, dikarenakan tersangka memonitor terkait dengan pergerakannya sehingga berpindah pindah tempat dengan tujuan menghindari kejaran petugas," imbuh Kompol Teuku Arsya, Jumat (21/8/2020).

Teuku Arsya mengatakan, ada berbagai bujuk rayu yang dilakukan W terhadap F. Dan F diketahui bisa saling mengenal, karena keduanya bertetangga. "Modus dari pelaku, yaitu dia memberikan perhatian, sehingga korban percaya, korban merasa pelaku memberi perhatian. Sehingga pada saat itu mau bersama sama pelaku membawa motor milik orangtuanya dan kemudian dibawa pergi pelaku dari rumahnya," kata Arsya dalam siaran langsung akun instagram @polres_jakbar, Jumat (21/8/2020).

Bahkan, kepada korban, W mengaku akan menikahinya. Perkataan itu membuat korban luluh. "Selama masa pelarian, barang milik korban dijual pelaku untuk membiayai kehidupan pelaku pada saat pelarian tersebut," ucap Arsya.

Di masa pelarian tersebut, tersangka berkali kalimemperkosaF, yang baru sajamelahirkan. Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru membantah isu isu yang mengatakan bahwa polisi tidak bisa menindak W karena sama sama suka. Dia menegaskan, W bisa diproses hukum karena F masih di bawah umur.

"Perlu saya jelaskan di dalam Undang Undang perlindungan anak tidak ada suka sama suka. Anak anak tetap dilindungi, dia belum cukup stabil untuk menyatakan suka kepada seseorang. Sekali lagi ini masih di bawah 14 tahun," ucap Audie. Adapun tersangka ditangkapPolresMetroJakartaBaratdi kawasanSukabumiJawa Barat dini hari tadi. Terhadap tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Yang menjadi korban penculikan dan pemerkosaan belum akan diserahkan kepada orangtuanya. Komisioner KPAI Puti Elvina mengatakan, remaja berinisial F ini sementara waktu akan ditempatkan di rumah aman. "KPAI akan menempatkan anak di rumah aman. Karena kita enggak tau apakah anak kondusif anak tetap berada di rumahnya untuk berada bersama orangtuanya," kata Putu dalam siaran langsung akun Instagram @polres_jakbar, Jumat (21/8/2020).

Putu mengatakan, saat ini F merasa tidak nyaman tinggal bersama keluarganya. Ada dugaan ia sering mendapat kekerasan dari keluarga yang membesarkannya. Hal itu kemudian dimanfaatkan W dengan memberi kasih sayang pada korban sehingga mau ikut dan melayani tersangka secara seksual.

Atas dasar rasa tidak aman yang dirasakan F itulah KPAI belum akan menyerahkan korban ke orangtua kandungnya. "Kalau tidak cukup aman maka rekomendasi dari KPAI adalah tetap berada di rumah aman hingga waktu rehab selesai," ucap Putu. Ia juga menuntut kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memfasilitasi pendidikan F selama berada di rumah aman agar setelah masa rehabilitasi remaja tersebut masih memiliki masa depan.

Sebelumnya, pria bernama W yang diduga membawa kabur seorang remaja berinisial F asal Cengkareng, Jakarta Barat. Informasi itu tersebar melalui media sosial. Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius mengatakan, W sempat akan dilaporkan oleh R, ibu dari anak yang kabur, terkait dugaan kekerasan seksual di bawah umur.

Namun, hal itu urung dilakukan lantaran F saat itu dalam kondisi hamil. Akhirnya, R menyelesaikan persoalan dengan W secara kekeluargaan. "Baru akhir Juli 2020 dia laporan ke kami. Kami kaget, kami pikir sudah selesai," ujar Antonius.

Membutuhkan waktu sebulan sampai akhirnya polisi menemukan W dan F pada dini hari tadi. Keduanya ditemukan diSukabumi, Jawa Barat. Terhadap tersangka dikenakan Pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Berita Terkait

3 Miliar Anies Baswedan Digugat Ganti Rugi Korban Banjir Senilai Rp 42

Artira Dian

Sekda DKI Bantah Berikan Draf Anggaran menuju Dewan di Penghujung Batas Waktu

Artira Dian

FUI Tegaskan Aksi Unjukrasa Bukan Untuk Intervensi KPU

Artira Dian

Kuota 2.500 Kursi Program Mudik Gratis Kereta Api Tersisa Hanya Dua Persen

Artira Dian

Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso Beri Respons Mendagri Tito Sebut Jakarta seperti Kampung

Artira Dian

Video Detik-detik Septic Tank Meledak di Cakung 1 Petugas Tewas Pemilik Rumah Terpental POPULER

Artira Dian

Mengedukasi Warga Jaga Lingkungan Bersih dan Pembagian Paket Sembako kepada Warga Pesisir Kalibaru

Artira Dian

Polisi Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Bundaran HI Saat Festival Muharram

Artira Dian

Tersangka Kasus Penyiraman Cairan Kimia Racik Bahan di Samping Mapolsek Sambil Seruput Kopi

Artira Dian

Ini Uang Rakyat Soal Anggaran Revitalisasi Trotoar Rp 888 Miliar Jangan Ugal-ugalan DPRD DKI

Artira Dian

Pelaku Lari menuju Gunung Sindur Kronologi Suami di Pamulang Bacok Istrinya Sendiri Hingga Tewas

Artira Dian

Pemprov DKI Jakarta wajib Pasang Rambu Lalu Lintas Sebelum Berlakukan Ganjil Genap buat Motor

Artira Dian

Leave a Comment