Bisnis

Budidaya Pala Hadapi Tantangan Serangan Hama & Penggunaan Benih yang Kurang Baik

Budidaya tanaman pala di Tanah Air saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan di antaranya penurunan produktivitas, serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), benih yang kurang baik, dan penerapan budidaya serta pemanenan atau pengolahan hasil yang kurang tepat. Direktur Jenderal Perkebunan, Kasdi Subagyono mengungkapkan pihaknya menaruh perhatian besar pada peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah dan daya saing produk perkebunan, termasuk budidaya pala. “Upaya pemerintah yang telah ditempuh untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pala antara lain penyediaan benih pala bersertifikat dan berlabel. Sekalipun di masa pandemik, permintaan konsumen untuk sertifikasi tanaman pala tidak mengalami penurunan,” katanya.

Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Kasdi menyebutkan untuk tahun 2021, Kementerian Pertanian menargetkan produksi pala nasional sebesar 42.900 ton. "Target yang ingin kami capai di 2021 ada beberapa yang sudah masuk ke prioritas nasional ada yang prioritas bidang. Prioritas nasional adalah kelapa sawit, kopi, kakao, tebu, cengkeh, lada dan pala," paparnya. Data statistik Ditjen Perkebunan tahun 2018, luas areal tanaman pala di Indonesia 202.325 ha dengan produksi 36.242 ton.

Total nilai ekspor tahun 2018 mencapai 20.202 ton, dan sebagian menjadi konsumsi nasional untuk keperluan industri dan rumah tangga. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta jajarannya untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing dan keunggulan setiap komoditas perkebunan berupa rempah, yaitu pala. Mentan menegaskan petani pala harus mendapat pendampingan agar bisa beradaptasi dengan teknologi.

"Transformasi teknologi kepada petani sudah keharusan. Sekarang era digital. Pendampingan pendampingan, bimbingan teknis tentang bagaimana cara budidaya harus menyesuaikan zaman. Apalagi di situasi seperti ini, pembatasan tatap muka. Maka kita harus memperkuat sektor hulu dan mengembangkan sektor hilir sehingga ada nilai tambah,” ucap Mentan SYL, Selasa (25/8/2020).

Berita Terkait

13 Triliun Utang Pemerintah Tembus Rp 4.756 Kembali Naik

Artira Dian

Kisah Sukses Batik Bercerita Sizzy Matindas, Punya Galery Sendiri dan Jualan Lewat Online

Artira Dian

Menkeu Cairkan Dana BPJS Rp 12 Triliun menuju Faskes Bulan Ini

Artira Dian

TASPEN Lakukan Langkah Baru Ganti Logo

Artira Dian

Kemenhub, Korlantas Polri dan Jasa Marga Siapkan 6 Strategi Hadapi Arus Balik

Artira Dian

Bank BRI & Kospin Jasa Sinergi Layanan Transaksi Dukung Gerakan Ekonomi Kerakyatan

Artira Dian

Bandrol dari Rp 230 Juta Harga & Spesifikasi Suzuki XL7

Artira Dian

Satu Hektare Tanaman Karet Berpotensi Hasilkan 1.000 Liter Minyak Asosiasi

Artira Dian

Kalahkan Rival Unggulan Dunia BPK Jadi Auditor Eksternal Organisasi Maritim Internasional

Artira Dian

Kenali Modus-modus Jahatnya Waspadai Tawaran Investasi di Perdangan Berjangka Komoditi

Artira Dian

BI Nobatkan Mandiri Syariah Sebagai ‘Bank Pendukung Pengendalian Moneter Terbaik’

Artira Dian

Leave a Comment