Kesehatan

Diduga Jadi Penyebab Meninggalnya Kartini, Inilah Gejala Preeklampsia yang Membahayakan Ibu Hamil

RA Kartini meninggal diduga karena penyakit preeklampsia yang dia derita setelah melahirkan, apa saja gejala dan faktor risiko preeklampsia? Selamat Hari Kartini 2019! Raden Ajeng Kartini adalah tokoh wanita Indonesia dengan peran yang sangat luar biasa.

Kisah kisah kehidupannya sebagai pelopor kebangkitan wanita pribumi sudah tersebar luas seantero Indonesia. Sejarahnya tentang membela hak hak kaum perempuan begitu diagung agungkan. Kini sosok Kartini menjadi simbol emansipasi wanita di seluruh Indonesia.

Meski pada akhirnya mati muda, namun perjuangan dan segala kisah peninggalan Kartini tak lantas ikut pudar. Berdasarkan catatan Wikipedia, Kartini lahir di Majong, Jepara pada 21 April 1879. Lahir dari kalangan priyayi Jawa, Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Raden Adipati Djojodiningrat yang usianya jauh di atasnya.

Dari pernikahan tersebut Kartini memiliki seorang anak laki laki bernama Raden Mas Soesalit Djojodiningrat. Kartini meninggal di umurnya yang ke 25 tahun pada 17 September 1904, empat hari setelah dia melahirkan anaknya. Kartini meninggal karena penyakit preeklampsia yang dideritanya setelah melahirkan.

Preeklampsia ini bisa juga disebut keracunan kehamilan. Pakar kesehatan menyebutkan preeklamsia adalah komplikasi yang cukup rentan menyerang para ibu hamil. Dilansir oleh Mayo Clinic, penyakit ini adalah kompilasi kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi dan kerusakan pada sistem organ lain, paling sering hati dan ginjal.

Preklampsia biasanya dimulai setelah 20 minggu kehamilan pada wanita yang tekanan darahnya normal. Tekanan darah ibu hamil dengan preeklampsia biasanya berada di atas 130/90 mmHg. Sedangkan tekanan darah normal manusia sekitar 120/80 mmHg.

Preeklampsia bisa menyebabkan kematian pada ibu hamil, namun juga bisa menyebabkan kecacatan pada bayi. Preklampsia kadang berkembang tanpa gejala apapun. Memantau tekanan darah adalah ha yang wajib saat periksa kehamilan.

Preklampsia juga ditandai dengan kejang kejang setelah ibu melahirkan. Kejang kejang ini difaktori karena tekanan darah yang tinggi. Sebelumnya, tak ada catatan sejarah yang menyebutkan persis penyebab meninggalnya Kartini.

Namun, kematian Kartini setelah melahirkan ini menjadi alasan dugaan ini muncul.

Berita Terkait

5 Bahan Makanan Ini Seharusnya Tidak Boleh Dicuci Sebelum Dimasak, Justru Bikin Rusak

Artira Dian

Apa yang Belum Didalami dengan Baik Jangan Komentari kata Terawan Soal Rokok Elektrik

Artira Dian

Kismis Si Kecil Manis Durian hingga Mangga 5 Buah Gagalkan Diet Lantaran Kalori Terlalu Tinggi

Artira Dian

Biasa Diabaikan, Batang Pohon Pisang Miliki 5 Manfaat Kesehatan, Bisa Obati Diabetes

Artira Dian

Bukan Hanya Enak untuk Masakan, Lada Hitam Bermanfaat untuk Kesehatan

Artira Dian

Kafein Bisa Buat Usus Besar Alami Kontraksi 4 Alasan Perut Mulas Setelah Minum Kopi

Artira Dian

PDEI & MHKI Serukan Pemerintah buat Mengumumkan Daerah yang Terjangkit Covid-19

Artira Dian

Modernland Realty Tbk & Lotte E&C Kerjasama Bangun Mixed Use Project di Jakarta Garden City

Artira Dian

Jangan Duduk Terlalu Lama 4 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Ancam Kesehatan Jantung

Artira Dian

dari Bawang Putih hingga Jeruk Nipis 6 Bahan Alami buat Redakan Radang Tenggorokan

Artira Dian

Prioritaskan Ini Pertolongan Pertama Serangan Jantung Seperti Dialami Politikus Adian Napitupulu

Artira Dian

Indonesia Butuh 400 Rumah Sakit buat Tangani Penderita Stroke

Artira Dian

Leave a Comment