Regional

Kaki Sampai Luka Saat Selamatkan Diri kisah Mencekam Istri Nus Kei saat Diserang Kelompok Jhon Kei

Kasus penyerangan anak buah John Kei ke rumah Nus Kei saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian Polda Metro Jaya. John Kei dan puluhan anak buahnya pun sudah diamankan oleh polisian dan statusnya menjadi tersangka. John Kei dan anak buahnya diduga telibat dalam penganiayaan serta penyerangan ke rumah Nus Kei di Green Lake City beberapa waktu lalu.

Sejauh ini polisi juga telah menangkap sebanyak 39 tersangka dari kelompok John Kei yang terlibat aksi penyerangan dan penganiayaan di dua lokasi berbeda. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengataka, dari total 39 itu, ada empat orang anak buah John Kei yang awalnya tercatat sebagai DPO, lalu kemudian menyerahkan diri ke aparat kepolisian. "2 LP terpisah, kepemilikan senjata api," kata Yusri Yunus.

Sementara itu, Istri Nus Kei yakni Reni menceritakan suasana mencekam saat rumahnya diserang anak buah John Kei. Reni mengaku ketakutan saat rumahnya didatangi anak buah John Kei yang membawa senjata tajam berukuran besar. "Saya lari masuk ke sini, saya lihat satu orang, itu yang melempar barbel, sambil bawa senjata tajam parang panjang," kata Reni dalam tayangan Fakta tvOne yang dilansir pada Selasa (30/6/2020).

Bahkan, kaki Reni sampai terluka saat berusaha menyelamatkan diri saat anak buah John Kei mengamuk di rumahnya beberapa waktu lalu. "Ini yang luka karena menyelamatkan (diri) ?" tanya Balquis, pembawa acara tvOne. Awalnya, Reni mengaku mendengar suara ribut ribut dari depan rumahnya.

Saat diintip, rupanya ada sekelompk anak buah John Kei yang sedang mencari suaminya. "Pertama karena saya dengar ada yang ribut di depan, saya lari ke kamar mau lihat ada apa. Waktu itu saya lagi dalam keadaan ketakutan karena suami saya keluar," ungkap Reni. Ia pun langsung berusaha menyelamatkan diri dengan anak dan juga diknya.

"Pertama mereka bisik bisik 'ambil, ambil (barbel)'. Tapi setelah saya keluar lari dari kamar bawa anak saya, saya dengar mereka teriak teriak 'potong kasih mati, potong kasih mati yang ada di dalam rumah'. Itu bahasa mereka, itu 'bunuh, bunuh' bahasanya kita," ucap Reni histeris. Tak tinggal diam, Reni pun buru buru lari ke lantai atas. Bersama sang adik, Ririn, Reni pun berlari melewati jendela rumahnya.

Reni bahkan sempat memanjat tembok tetangga. "Saya lari teriak lari sekuat tenaga, adik saya yang kasih petunjuk jalan lari lewat tempat jemuran, tembok tetangga kami tembusin sampai akhirnya nemu rumah tetangga yang bisa selamatkan kami semua," kata Reni. NusKeiucap syukur karena seluruh anggota keluarga yang ada di rumah berhasilkaburdan meloloskan diri.

"Yang di rumah saat itu, ada istri saya, anak saya yang cewek, terus adik ipar saya, terus anak saya yang kecil, kaka perempuan saya, terus ada pembantu punya anak, sama ponakan saya Tio," imbuhnya lagi. "Kebanyakan perempuan, kalau laki laki cuma satu," tambahnya. DiseranganakbuahJohnKei,adikNusKei, istri dan anak anakNusKeikaburdengan cara panjat gentengrumah.

Tak tanggung tanggung, seluruh isi rumah dihancurkan demi mencari sosokNusKei. RupanyaNusKeitak ada di rumah. Akan tetapi, ada 7 orang yang sedang ada di rumah selagipenyeranganitu terjadi. Kemudian,adikNusKeipun blak blakan ceritakan ketika ia dan anggota keluargaNusKeiyang lain larikan diri.

DiceritakanRirin,adikNusKei, awalnya ia melihat ada gerombolananakbuahJohnKeimerangsek masuk rumah. Sontak saja,adikNusKeiini memliki firsat tak enak dan langsung memerintahkan anggota keluarga untuk segera lartikaburmenyelamatkan diri. "Aku sempat ngelihat di kaca kamar itu beberapa orang gerombolan," ungkapadikNusKei.

"Aku lihat pelakunya, terus aku teriak lari lari," ujarRirin. Mendengar teriakan dariadikNusKei, anggota keluarga yang lain pun langsung berusaha saling menyelamatkan diri. "Aku bilang kari lari ke atas. lari, lari, lari," teriakRirinlagi.

Tak hanya itu,Ririnbahkan dengan detail menceritakan bagaimana ia dan anggota keluiargaNusKeilari naik tangga ke lantai 2. Setelah itu, adik Nuskei, istri, dan anak Nus Kei serta anggota keluarga lainnya meloncati jendela untuk sampai di palfon atas. Tanpa banyak pertimbangan, mereka punpanjatgentenguntuk segera melrikan diri dari serangananakbuahJohnKei.

"Naik ke atas, naik, naik, naik, naik ke sini," ujarRirintampak begitu detail menceritakan momen jaburt daripenyerangan. Sang presenter pun tampak terhenyak melihat aksi adik Nus Kei yang sampai mempraktekkan panjat genteng demi kabur dari serangan anak buah John Kei. Begitu tiba di atas genteng,adikNusKeipun langsung teriak minta tolong pada tetangga untuk bisa menyelamatkan mereka.

"Naik ke sini, sambil saya teriak tolong, tolong, dengan histerisnya," teriakRirin. "Oh, jadi mbaknya itu bertujuh semuanya lari kesana ya?" tanya Balquis Manisang, presenter. "Berlima, 2 nya masih di sini (dibawah genteng)," timpalNusKeiikut mendeskripsikan.

"Berlima lari kesini," imbuh Ririn. Kemudian, sang presenter pun bertanya soal tembakan pistol dari gerombolananakbuahJohn kei. "Mbaknya denger gak ada letusan pistol?" tanya sang [resenter.,

"Saya udah gak denger apa apa., Pokoknya setelah di sini (ditas genteng), saya minta tolong sekeras kerasnya," ungkap Ririn, adik Nus Kei. Rupanya, tetanggaNusKeipun mendengar teriak dariadikNusKeidan keluarga. Akan tetapi, tetangga rupanya mengira teriakan dan gerombolan keluargaNusKeiini orang jahat.

Nmaun setelah mendengar pemaparanadikNusKeiyang terancam nyawanya karena diseranganakbuahJohnKei, tetangga pun menyelamatkan mereka. "Tetangga denger teriakan itu, jadi mereka ke atas. Mereka bingung, dikira saya orang jahat. Terus saya mohon mohon inta pertolongan keluarga saya terancam. Baru mereka bantu," ungkap Ririn. Ketika momen penyelamatan diri itu,Ririnmenyebut ada anggota keluargaNusKeiyang tersangkut di jendela.

Dengan panik dan berusahakabur, mereka berusaha menyelamatkan. "Saudara saya nyangkut bajunya di jendela. Terus saya tarik, karena saya pikir gimana kalau nanti ditembak," bongkarRirindnegan napas terengah engah. "Jadi pas ke atas ini, ada yang meletus gak tembakannya?" tanya sang presenter.

"Mereka belum ada yang ngejar, karena mereka masih dibawah. Ponakan saya yang dengar ( letusan tembakan), terus minta tolong ketakutan," ungkapRirin.

Berita Terkait

Ibunya Curiga Makin Hari Badannya Tambah Melar Siswa 16 Tahun Jadi Korban Perkosaan Ayah Kandung

Artira Dian

Mengaku dalam Kondisi Mabuk Nasib Empat Pemuda yang Keroyok Anggota TNI AL

Artira Dian

Alasan Utang 250 Ribu Ditebus Nyawa Fakta Lengkap Terungkapnya Pembunuhan Siswi SMP dari Facebook

Artira Dian

Pengendara Motor Berjaket Ojek Online & Perempuan yang Diboncengnya Tewas Terlindas Truk

Artira Dian

Sultan Sepuh XIV Pastikan Keraton Masih Kondusif Keraton Kasepuhan Cirebon Diambil Alih Oknum

Artira Dian

Telinga Keluar Darah Ekor Masuk menuju Hidung Detik-detik Remaja Dililit Ular Piton hingga Pingsan

Artira Dian

Erzaldi Siapkan Paket Sembako Bantu Keluarga Miskin Terdampak Corona

Artira Dian

Terbanyak Ada di Kota Surabaya Berikut Peta Persebaran Kasus Baru Covid-19 di Jatim

Artira Dian

Minta Didoakan Cepat Gajian Pak Guru Honorer Ditagih Janji Muridnya karena Belum Belikan Permen

Artira Dian

Jenazah Wardi Dimakamkan Pagi Ini Tewas Ditembak Kawanan Perampok

Artira Dian

Seorang Ibu Pingsan beberapa Kali Akibat Lihat Anak Balitanya Tewas Terpanggang

Artira Dian

Alat Berat Milik PT Duta Palma Nusantara di Kuansing Riau Dibakar Warga

Artira Dian

Leave a Comment