Corona

Komisi IX DPR Minta Data Pasien Covid-19 Tak Dibuka menuju Publik

Komisi IX DPR memintaGugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 tidak membuka data pasien positif ke masyarakat. "Hanya pemerintah saja untuk kebutuhan pemerintah dalam rangka menanggulangi virus Covid 19. Kalau ke publik tidak perlu juga, kan keperluannya untuk menahan laju penyebaran Covid 19 tidak ke mana saja," ujar Anggota Komisi IX DPR Saleh P Daulay di komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (14/7/2020). Menurut Saleh, pembukaan data pasien untuk internal pemerintah memang penting dilakukan sebagai langkah pemetaan daerah rawan Covid 19.

"Berdasarkan keterangan yang pernah disampaikan pak Doni Monardo kepada kami, menurut dia kalau data pasien dibuka, seperti handphone itu bisa mempermudah melacak, ke mana saja orang itu pergi. "Dengan handphone yang dia punya, akan kelihatan mobilitasnya, bertemu dengan siapa dan berinteraksi dengan siapa gitu. Dari situ ketahuan orang orang yang berpotensi terjangkit virus itu," papar politikus PAN itu. Sebelumnya Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19Doni Monardo mengungkapkan akan mengevalusi data pasien terinfeksi virus corona.

Ia mengatakan ada opsi untuk membuka data pasien positif Covid 19. Hal itu dilakukan agar masyarakat di sekitar dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan virus corona. "Terkait dengan data pasien, ini Undang Undang tidak izinkan data pasien dipublikasikan. Tetapi apabila data tentang siapa yang tertularCovid 19bisa diketahui lingkungan sekitarnya akan sangat membantu sehingga masyarakat bisa menghindar," kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Doni menegaskan, pembukaan data pasien bukan untuk memunculkan stigma negatif di masyarakat. Pembukaan data hanya untuk membuat masyarakat semakin waspada. Sebab, semua orang bisa saja terinfeksi virus corona, tak terkecuali presiden.

"Bukan mau menstigma negatif. Sekarang ini tidak ada rasanya yang anggap orang kena Covid 19 itu aib karena semua bisa kena dan erakhir pimpinan negara besar juga kena Covid 19," ujarnya.

Berita Terkait

Di Media Sosial Juga Kita Bisa Berdoa Bersama Ibadah di Tengah Wabah Corona Kemenag

Artira Dian

Virus Corona Bisa Bertahan hingga 24 Jam pada Kardus & 3 Hari pada Benda Plastik Peneliti

Artira Dian

1.637 Pesepeda Motor Diminta Putar Balik Lagi menuju Arah Jakarta Nekat Mudik

Artira Dian

Ini Daftarnya Anies Baswedan Sebut 66 RW di DKI Jakarta Masih Zona Merah Covid-19

Artira Dian

10 0 Persen Responden Sebut PSBB Langkah Yang Tidak Tepat Survei RRI & Indo Barometer

Artira Dian

12.342 Orang PDP & 49.361 ODP di Indonesia Laporan Hari Ini

Artira Dian

Peraturan Pemerintah Soal Covid-19 Akan Kacau Tanpa Dukungan Umat Beragama Permabudhi

Artira Dian

Jumlah & Sebaran Kasus Covid-19 Per Provinsi Update Corona 3 Juli 2020 di Indonesia

Artira Dian

8 Juta Lebih Pelanggan PLN di Jatim Bebas Biaya Listrik Selama 3 Bulan 4

Artira Dian

Belum Tahu Sampai Kapan Vaksin Corona Ditemukan Kita wajib Kembali Produktif Achmad Yurianto

Artira Dian

1.011 Perusahaan Kena Peringatan 202 Lainnya Ditutup Paksa Disnaker DKI

Artira Dian

Kasus Perceraian & Kekerasan Meningkat Lockdown Corona di China Mengapa

Artira Dian

Leave a Comment