Nasional

KPAI Dukung Penegakan Hukum Pelaku Penganiayaan di Manado Gunakan Peradilan Pidana Anak

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang pendidikan, Retno Listyarti, mendorong FL (16), anak diproses hukum sesuai Undang Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). FL diduga menganiaya seorang guru hingga tewas. Dia menganiaya gurunya sendiri karena merasa tidak terima setelah ditegur agar tidak merokok di lingkungan sekolah. "Karena pelaku masih berusia anak, maka KPAI akan memastikan kepolisian mengggunakan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)," kata Retno, kepada wartawan, Senin (28/10/2019).

Dia menjelaskan, ada ancaman hukum bagi pelaku kekerasan, termasuk anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Jika, mengacu aturan perundang undangan, kata dia, pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian, hukuman bagi ABH di atas tujuh tahun. "Hukum harus ditegakan kepada siapapun dan kita semua wajib menghormati proses hukum," ujarnya.

Di kesempatan itu, dia meminta, pihak Polresta Manado untuk dapat menyampaikan perkembangan penanganan kasus. Sebelumnya, seorang siswa SMK menganiaya guru hingga tewas. Peristiwa itu terjadi di salah satu SMK swasta, di Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa itu berawal saat korban memberi hukuman kepada pelaku yang terlambat datang ke sekolah pada Senin (21/10/2019). Setelah menjalani hukuman, pelaku beristirahat sambil mengisap rokok di dalam lingkungan sekolah bersama teman temannya.

Hal ini dipergoki korban yang menegur agar tidak merokok di lingkungan sekolah. Namun pelaku tak terima hingga keduanya terlibat adu mulut dan dilerai penjaga sekolah. Pada saat itu, pelaku mengeluarkan kata kata ancaman dan pergi meninggalkan sekolah dan kembali lagi ke halaman sekolah dengan membawa sebilah pisau dan menyerang sang guru. FL menusuk korban sebanyak 14 tikaman di sekujur tubuh. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) AURI untuk mendapat penanganan medis dan dirujuk ke RSUP Prof RD Kandou. Namun setelah 10 jam bertahan, korban mengembuskan nafas terakhir.

Berita Terkait

Khofifah Contohkan Keberhasilan PSBB Malang Raya Kasus Corona di Surabaya Terus Melonjak

Artira Dian

Wishnpenting Mengaku Bersedia hingga Posisinya di Kabinet Jokowi Jilid II Diminta Jadi Menteri

Artira Dian

Sebut Tidak Rasakan Sakit tapi Ngilu Viral Video Tik Tok Pemuda Jalani Swab Tes Covid-19

Artira Dian

Kami Punya Hubungan Keluarga Dekat Saya Orangtua Dia Nus Kei Buka Suara Soal Kasus dengan John Kei

Artira Dian

Saya Bergairah Kalau Ada yang Gugat Perppu Penanganan Corona Digugat menuju MK Mahfud MD

Artira Dian

Biaya Politik Jadi Celah Terjadinya Korupsi di Sektor Sumber Daya Alam

Artira Dian

Kiprah Para Menteri hingga Pro & Kontra Sejumlah Kebijakan di 100 Hari Pemerintahan Jokowi

Artira Dian

Respons Kakorlantas Sikapi Wacana Penerapan Ganjil Genap Di Pelabuhan Merak

Artira Dian

MK Gugurkan Permohonan Calon Anggota DPRD Papua Soal Penggunaan Sistem Noken

Artira Dian

‘Jadi Gubernur Lebih Enak’ Buka-bukaan Tentang Jabatan Sebagai Komisaris penting Pertamina Ahok

Artira Dian

Kemenag Imbau Pilih Lokasi Ujian Sesuai Domisili Login sscn.bkn.go.id Daftar Ulang Peserta SKB CPNS

Artira Dian

Begini Caranya Segera Lapor SPT Online Melalui Laman djponline.pajak.go.id Besok Terakhir

Artira Dian

Leave a Comment