Nasional

KPK dari Awasi Pilkada Serentak 2020 Mendatang

KPK Mulai Awasi Pilkada Serentak 2020 Mendatang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan terus mengawasi perilaku kepala daerah atau penyelenggara negara selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pengawasan ini dilakukan sejak masa pencalonan hingga terpilih nantinya.

Sebelum pilkada digelar, KPK bersama kepolisian akan mengawasi yang berkaitan dengan mahar politik dan proses pencalonan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). “Pengawasan khusus kami sampaikan juga kepada Pak Menteri Dalam Negri, kepolisian dan kejaksaan dan ada beberapa tahapan pengawasan khusus yang dibuat oleh Polri dan KPK. Salah satunya mahar politik, yang sekarang ini adalah tentang yang ada hubungannya dengan penyelenggara pemilu KPU dan Paswas,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada wartawa, Kamis (12/12/2019). Syarif mengatakan KPK juga turut mengawasi saat hari pencoblosan terutama yang berkaitan dengan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Proses pengawasan yang dilakukan KPK, imbuhnya, terus berlanjut setelah hari pemungutan suara. Syarif mengatakan, KPK akan mengawasi proses gugatan sengketa hasil pemilihan yang dilakukan pasangan calon di Mahkamah Konstitusi (MK). “Kalau sudah ada yang menang, mereka melakukan gugat menggugat di Mahkamah Konstitusi jadi tahapan pemantauannya sedang berjalan sampai dengan terpilih gubernur definitif,” katanya. Syarif menegaskan dengan pengawasan yang dilakukan sejak sebelum hingga pasca pilkada, tak tertutup kemungkinan KPK bakal kembali menangkap kepala daerah korup. Untuk itu, KPK mengingatkan para calon kepala daerah terutama yang berasal dari unsur penyelenggara negara termasuk petahana, penyelenggara pemilu maupun pihak pihak terkait lainnya untuk mencegah praktik politik uang. “Kami tentunya bekerja berdasarkan undang undang pidana Tipikor dan UU KPK. Sedangkan pencegahan itu, nah itu adalah kewajiban semua aspek,” kata Syarif.

Sebelumnya, Mendagri yang juga Mantan Kapolri Tito Karnavian menyatakan, pihaknya akan akan mendorong KPK dan kepolisian agar mengawasi para petahana yang ingin maju kembali di Pilkada Serentak 2020 mendatang. “Ya kami akan mendorong KPK agar terus mengawasi Pilkada Serentak mendatang, dan sekaligus kami meminta kepada semua Kepala Dinas maupun PNS di daerah agar jangan mau sapi perahan petahana,” kata Tito Karnavian.

Berita Terkait

Perawat Hamil Meninggal Dunia Terpapar Corona Tenaga Medis Kelelahan

Artira Dian

Demokrat dan PAN Tiba di Kediaman Prabowo, Koalisi Berakhir atau Berlanjut?

Artira Dian

Tak Relevan & Sebut Manfaat Pembatalan UN Ujian Nasional 2020 Ditiadakan karena Wabah Corona FSGI

Artira Dian

Nelayan Muara Angke Kebagian Ribuan Jaket Keselamatan dari Kemenhub

Artira Dian

Selasa (31/3/2020) di GTV Pukul 21.00 WIB Sinopsis Percy Jackson & The Olympians Tayang Hari Ini

Artira Dian

Ini Kata Kakak Pupung Jaksa Ucap Alhamdulilah VIDEO Reaksi Aulia Kesuma & Kelvin Usai Divonis Mati

Artira Dian

Jokowi Dianggap Terlalu Lembut Sikapi Yasonna Laoly Kasus Harun Masiku

Artira Dian

Jafar Umar Thalib Meninggal Dunia, Sempat Divonis 5 Bulan Penjara Karena Perusakan Barang

Artira Dian

Saya Bergairah Kalau Ada yang Gugat Perppu Penanganan Corona Digugat menuju MK Mahfud MD

Artira Dian

Singgung ‘Kibas Rabut’ demi Jabatan Tim Kuasa Hukum Ungkap Kisah Siwi Sidi Jadi Pramugari Garuda

Artira Dian

Paling Murah Rp 25 Ribu Harga Hand Sanitizer di Pasar Pramuka Jakarta Timur Meroket

Artira Dian

2 Terdakwa Korupsi Jalan di Jayapura Jalani Sidang Vonis

Artira Dian

Leave a Comment