Nasional

Kuasa Hukum Nilai Perhitungan JPU Keliru soal Nilai Kerugian Asuransi Jiwasraya

– Penasihat Hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk menilai keliru perhitungan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nilai kerugian dari portofolio investasi saham milik PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Pasalnya, jelas dia, nilai kerugian yang disebutkan JPU tersebut masih merupakan potensi kerugian atau potential loss dan belum menjadi kerugiaan riil atau actual loss. Oleh karena itu, pihak kuasa hukum Heru Hidayat membantah perhitungan JPU dalam kasus Perkara Pidana Nomor: 33/Pid.Sus TPK/2020/PN.Jkt.Pst tersebut.

“Ini artinya, [penurunan nilai saham saham milik Asuransi Jiwasraya] belum dianggap kerugian nyata sampai di redeem karena sahamnya masih ada semua,” ujar Heru dalam keterangannya jumat (17/7/2020). Hingga saat ini, kata Kresna, Asuransi Jiwasraya masih memiliki berbagai saham dan reksadana dalam portofolio investasinya. Dengan begitu, jelas dia, tidak tertutup kemungkinan nilai saham yang dimiliki BUMN ini masih bisa meningkat lagi.

"Itu barang atau saham saham yang dimiliki Jiwasraya masih ada di portofolio. Kan JPU selalu bilang, selisih subscribe dan redeem. Tetapi mereka lupa, barangnya masih ada. Seperti yang kita sudah sampaikan di sidang bahwa nilai saham itu kan fluktuatif, hari ini bisa naik, hari ini bisa turun, besok bisa turun, besok bisa naik," pungkasnya. Berdasarkan keterangan seluruh manajer investasi (MI), sambung Kresna, naik turunnya harga saham lumrah terjadi di lantai bursa. Bahkan, harga saham yang tergolong blue chips atau saham berkapitalisasi besar juga bisa mengalami penurunan.

Sebaliknya, jelas dia, nilai saham yang dikategorikan lapis tiga atau yang berkapitalisasi kecil bisa naik signifikan tanpa diduga. “Jadi, saham bersifat fluktuatif, bisa naik bisa turun. Demikian juga saham yang dimiliki Jiwasraya waktu itu memang nilainya turun semua," jelasnya. Kresna lebih menyoroti pemberitaan gagal bayar Asuransi Jiwasraya yang beredar pada 2018.

Pasalnya, hal itu menjadi sentimen negatif yang menyebabkan nilai semua saham yang dimiliki oleh asuransi tertua di Indonesia ini anjlok. “Nilai saham itu bergantung sentimen negatif pasar. Kalau isunya negatif semua maka otomatis nilai sahamnya anjlok. Dan itulah yang terjadi di Jiwasraya," ujar Kresna. Menurutnya, sentimen negatif terhadap saham Jiwasraya terjadi saat manajemen mengumumkan gagal bayar.

Kresna mengatakan bahwa semua MI yang dihadirkan JPU, dalam sidang lanjutan kasus Jiwasraya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Jakarta Pusat Rabu (16/7/2020), mempertegas kondisi itu. Keputusan itu pun memicu penarikan dana nasabah secara signifikan (rush) dari saham saham yang juga dipegang oleh Asuransi Jiwasraya. Selain itu, sentimen negatif itu lebih lanjut membuat saham saham tersebut tidak lagi diminati investor.

Oleh karena itu, Kresna menegaskan bahwa manajemen Asuransi Jiwasraya dengan Dirut Hexana Tri Sasongko harus bertanggungjawab atas ambruknya nilai saham yang dipegang BUMN ini. “Isu negatif ini kan dihembuskan oleh manajemen direksi baru Jiwasraya. Dan ini pemantik rush," tegasnya.

Berita Terkait

Enam Kru Kapal di Batam Kembali Beraktivitas Setelah Dinyatakan Negatif Corona

Artira Dian

Saat Luhut Kenakan Peci Hitam Di Sidang Kabinet Paripurna Terakhir

Artira Dian

Sia-sia Dukun Cabul Minta Perempuan Mandi Kembang & Lepas Baju Biar Punya Daya Pikat Korban

Artira Dian

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI Belajar dari Rumah buat SMP dari Pukul 09.30 WIB

Artira Dian

Sikap Kemenkumham Ada Napi Kembali Berurusan dengan Hukum Selama Proses Asimilasi

Artira Dian

‘Saya Tidak akan Datang’ Mangkir di Sidang Majelis Kehormatan DPP Gerindra FX Arief Poyuono

Artira Dian

Jokowi Instruksikan Para Gubernur Hitung Dampak Kesehatan-Sosial Masyarakat

Artira Dian

Respons Kakorlantas Sikapi Wacana Penerapan Ganjil Genap Di Pelabuhan Merak

Artira Dian

IPW Duga Ada Pihak Tertentu yang Hendak Lindungi Ari Askhara Cs dari Kasus Hukum

Artira Dian

Buruh Ancam Tingkatkan Aksi Jadi Kode Merah Apabila Tuntutan Tak Didengar Bubarkan Diri

Artira Dian

Istana Membantah Dikritik Partai Demokrat Jokowi Bagi-bagi Sembako di Bogor

Artira Dian

Pemerintah Disarankan Investasi di Dunia Pendidikan Hadapi Bonus Demografi

Artira Dian

Leave a Comment