Corona

Lawan Kita Bukan Ekonomi Tapi Pandeminya Warga di Bawah 45 Tahun Boleh Bekerja Pakar Kesehatan

Pakar Kesehatan Masyarakat University Of Derby, Dono Widiatmoko turut menyorotiadanya kebijakan pemerintah yang mengizinkan warga berusia di bawah 45 tahun dapat bekerja di luar rumah. Diketahui kelonggaran kepada kelompok usia ini bertujuan untuk meredam maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Melihat hal ini, Dono mengingatkan kembali bahwa yang dihadapi saat ini adalah Covid 19, virus yangmenular begitu cepat, mudah, dan luas penyebarannya.

Sehingga, kata Dono, hal terpenting yang harus dilakukan adalah memutus rantai penularan Covid 19. Jika hal itu bisa dilakukan maka pemulihan ekonomijuga akandapatterlaksana dengan baik. Pernyataan ini disampaikan Dono dalam program Sapa Indonesia Pagi, Kompas Tv , Selasa (12/4/2020).

Sebelumnya ia mengaku sangat memahami alasan pemerintah memberikan kelonggaran kepada kelompok usia di bawah 45 tahun ini. "Saya mengerti sekali mengapa pemerintah melakukan ini," ujar Dono. "Karena tekanan ekonomi bagi masyarakat kita sangat besar dan kitatidak tahu ujungnya kapan," ungkapnya.

Kendati demikian Dono mengingatkan kembali bahwa yang menjadi lawan saat ini adalah pandeminya. Sehingga menghentikan penyebaran virus tersebut adalah solusi terbaik untuk dapat memulihkan ekonomi masyarakat. "Saya mohon kepada pemerintah bahwa lawan kita ini bukan ekonominya tapi pandeminya," kata Dono.

"Kalau kita bisa mengatasi pandeminya, maka ekonomi kita akan beres. Jangan dibalik," tegasnya. "Kalau urusan ekonominya kita sudah bantu dengan segala macam kebijakan ekonomi," ujarnya. "Tetapi kalau urusan pandemi, pendapat kami dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia untuk dapat mengatasi hal ini yakni dengan memutus tali infeksinya. Ini yang paling penting," sambung Dono.

Lebih lanjut Dono mengungkapkan diperbolehkannya usia 45 tahun beraktivitas di luar rumah saat pandemi justru akan dapat meningkatkan penularan virus di tengah masyarakat. Karena menurutnyamereka merupakan infectious agent (agen infeksi). "Kalau di bawah 45 tahun ini, misalkan saya beumur 30 tahun dan sehat, berarti saya boleh keluar untuk kerja dong. Begitu sampai luar, ternyata saya tertular (Covid 19)," ucapnya.

"Begitu sampai rumah dan di sana ada bapak, ibu, dan tante saya yangmemiliki penyakit penyerta terus mereka kena, malah jadi disaster (bencana)," jelasnya. "Karena usia di bawah 45 tahun ini jadi infectious agent," lanjutnya. Lebih lanjutDono mengungkapkan yang meninggal memang yang lebih tua dan memiliki penyakit penyerta, tapi yang paling banyak terinfeksiadalah pemilik usia produktif.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali kepada jajarannya untuk berhati hati dalam melakukan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)di sebuah daerah. Menurutnya, pelonggaran tersebut harus didasarkan pada data dan pelaksanaan di lapangan. Mengingat angka kasus positifvirus corona(Covid 19) di Indonesia juga masih terus bergerak.

Hal ini disampaikanJokowisaat membuka Rapat Terbatas (Ratas) Evaluasi Pelaksanaan PSBB melalui video conference, Selasa (12/5/2020). "Mengenaipelonggaran PSBBagar dilakukan secara hati hati dan tidak tergesa gesa," tegasJokowiyang dikutip dari siaran langsung Kompas Tv, Selasa pagi. "Semuanya didasarkan pada data data dan pelaksanaan lapangan," imbuhnya.

Oleh karena itu, dengan adanya prinsip kehati hatian tersebut, diharapkan segala keputusan yang diambil sudah tepat dan benar. "Sehingga keputusan itu betul betul keputusan yang benar," ungkaJokowi. Sebelumnya,Jokowijuga menyinggung terkait manajemen pengendalian PSBB di berbagai daerah.

Kepala Negara ini meminta jajarannya untuk tidak terjebak pada batas batas administrasi kepemerintahan. "Artinya juga bersifat aglomerasi, penanganan sebuah kawasan besar yang saling terhubung sehingga manajemen antar daerahnya jadi terpadu," jelasJokowi. Lebih lanjutJokowimemberikan contoh yakni seperti yang terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Seperti contohnya yang terjadi di Jabodetabek, saling terkait sehingga pengaturan mobilitas sosial dari masyarakat bisa terpadu dan lebih baik," sambungnya. Pemerintah memberikan kesempatan bagi warga yang berusia 45 tahun ke bawah untuk beraktivitas lebih banyak di luar rumah. Jika pun mereka terpapar virus corona, lanjut Doni, kelompok usia di bawah 45 belum tentu jatuh sakit.

Karena itu, pemerintah memberikan kelonggaran kepada kelompok usia di bawah 45 tahun. Harapannya, potensi mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa dikurangi. "Kelompok ini (usia di bawah 45 tahun) tentunya kita berikan ruang untuk bisa beraktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terpapar karena PHK akan bisa kita kurangi," kata Doni, dikutip dari videoKompas.com.

Menurut Doni, saat ini, bangsa bangsa di dunia berusaha melakukan penyeimbangan agar tidak ada warga yang terkena Corona dan di sisi lain tak ingin ada warga yang terkena PHK. Meski diperbolehkan beraktivitas di luar, kata Doni, mereka tetap harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Corona. Yakni seperti menjaga jarak, menghindari kerumuman, memakai masker, dan mencuci tanganmenggunakan sabun.

Berita Terkait

Kasus Positif Bertambah 1.331 Pasien Sembuh Covid-19 Naik Jadi 16.798

Artira Dian

Ridwan Kamil Jelaskan Klaster Persebaran Covid-19 di Jabar & Minta Bantuan Kapolda buat Selidiki

Artira Dian

Bertambah 862 Kini Total Kasus Positif Corona 45.891 Orang Update Kasus Covid-19 di Indonesia

Artira Dian

Total Kasus di Indonesia 4.839 UPDATE Corona Meninggal 459 Orang 14 April

Artira Dian

Istri Mendagri Tito Karnavian Beri Bantuan & Kupon Belanja kepada Masyarakat

Artira Dian

SBY Dinyatakan Negatif Covid-19 Andi Arief

Artira Dian

Larangan Mudik Dilakukan buat Waspadai Penularan Corona Dari Orang Tanpa Gejala

Artira Dian

Bukan Lockdown yang Dipilih Tapi Karantina Wilayah Tekan Penyebaran Covid-19 Apa Bedanya

Artira Dian

Komisi IX DPR Minta Data Pasien Covid-19 Tak Dibuka menuju Publik

Artira Dian

Anies Ungkap Alasan Salurkan Bansos Duluan dari Jokowi Jawab Tudingan 3 Menteri

Artira Dian

Pemerintah Telah Periksa 107 Ribu Lebih Spesimen Deteksi Corona Hasilnya

Artira Dian

Ini Penjelasan Anies Baswedan Soal Penggunaan Kendaran Pribadi Saat PSBB di Jakarta

Artira Dian

Leave a Comment