Metropolitan

Pak Gubernur Bijak Ya Prediksi Puncak Corona pada Juni Ini Hermawan Dukung Perpanjangan PSBB DKI

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat, Dokter Hermawan Saputra mengaku mendukung keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia bahkan memuji Anies Baswedan sebagai sosok pemimpin yang elegan dan bijak. "Kelihatannya Pak Gubernur DKI cukup elegan dan bijak ya," ucap Hermawan.

"Sebenarnya ini sesuai dengan analisis kami dari ikatan kesehatan masyarakat." Hermawan mengatakan, pihaknya memprediksi puncak Virus Corona akan mencapai puncaknya pada pertengahan Juli 2020 mendatang. "Karena kalau kita lihat laju konsisten angka tiap hari, angka insiden kita, sehingga prediksi kami prevalensi akan mencapai puncak pada pertengahan Juli," kata Hermawan.

"Persis antara tanggal 15 sampai 16 Juli (2020)." Terkait hal itu, ia lantas menyinggung rencana pemerintah menerapkan New Normal. Hermawan mengatakan, pemerintah perlu memastikan sejumlah syarat sebelum benar benar menerapkan New Normal.

Menurut dia, syarat tersebut tak hanya dari segi epidemiolgis, namun juga dari aspek perilaku masyarakat. "Artinya kalau kita mengistilahkan kenormalan baru itu harus memenuhi beberapa persyaratan," ujar Hermawan. "Tidak hanya sekedar angka epidemiologis tetapi juga angka infrastruktur, persiapan aspek perilaku dan penguatan komunitas masyarakat."

"Di samping itu juga peningkatan kapasitas atau health system capacity ," sambungnya. Lebih lanjut, Hermawan memuji kebijakan Anies Baswedan untuk memperpanjang PSBB. Ia pun turut mengapresiasi kebijakan Anies Baswedan untuk meningkatkan penanganan Virus Corona di level rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

"Jadi tidak sekedar angka epidemiologis tapi ada fase fase persiapan dan ini transisi," jelas Hermawan. "Sebenarnya ada maksud yang cukup baik dari yang disampaikan Pak Gubernur itu." "Ketika ada perpanjangan ini tapi diperkuat basisnya komunitas yaitu kelurahan, RT, RW," sambungnya. Masih menyinggung pernyataan Anies Baswedan, Hermawan membenarkan jika wilaah DKI Jakarta memerlukan masa transisi sebelum menerapkan New Normak.

Hal itu perlu dilakukan agar masyarakat tak kaget dengan kehidupan mendatang seusai wabah Virus Corona. "Tetapi yang paling penting Beliau ingin mempararelkan dengan persiapan atau transisi, ini berkaitan dengan transisi edukasi dan penyiapan infrastruktur." "Maka itu protokol kesehatan nanti kan harus dipakai oleh seluruh bidang kehidupan sehingga proses ini menjadi smooth," tandasnya.

Di sisi lain, sebelumnyaPakar epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyuono menyoroti perkembangan Provinsi DKI Jakarta yang akan memasuki masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terkait Covid 19. Hal itu dipaparkan melalui tayangan di kanal YouTube tvonenews , menyusul berakhirnya PSBB tahap ketiga berakhir pada Kamis (4/6/2020). Dalam masa transisi sebelum memasuki normal baru, Tri sebenarnya khawatir angka penularan Virus Corona di DKI Jakarta kembali meningkat.

Hal itu akibat aktivitas sosial yang mulai dilonggarkan sedikit demi sedikit yang membuat interaksi orang ke orang juga meningkat. Padahal sifat penularan Covid 19 ini ialah dari manusia ke manusia. Selain itu Tri juga menyoroti kontrol aparat terhadap kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan.

Pasalnya, pihaknya menganggap masyarakat tingkat menengah ke bawah sampai saat ini saja masih sulut untuk tertib. "Apalagi kalau kepatuhan pakai masker, jaga jarak tidak dipastikan. Saya dapat memastikan di Mall yang highclass bisa diatur, tapi yang midle atau bawah itu sulit diatur," kata Tri. "Masyarakat tingkat rendah tidak peduli kena Covid atau enggak yang penting kita bisa makan, itu yang mesti diperhatikan masyarakat yang seperti itu," lanjutnya.

Selain itu, yang perlu diperhatikan lagi adalah kontrol terhadap angka penularan harian dan mingguan. Menurutnya, DKI Jakarta mesti mentukan jumlah minimal kasus yang aman untuk senantiasa dikendalikan dan terus ditekan. Sebab, bila kasus penularan per minggu masih mencapai angka puluhan, itu pun masih bisa mengakibatkan letupan kasus baik PDP maupun ODP masih sangat banyak.

"Sebenarnya perlu ditentukan berapa kasus yang dianggap terkontrol, jadi kalau 60 80 kasus berarti dalam seminggu itu ada 400 600 kasus dan menurut saya masih banyak," ujar Tri. "Jadi harus ditentukan jumlah minimal yang dapat diamankan oleh DKI Jakarta, misal apakah puluhan kasus? Karena puluhan kasus saja dalam semingu akan mengakibatkan banyak PDP atau ODP, dan itu bukan pekerjaan tidak gampang," tuntasnya.

Berita Terkait

”Itu Hak Mereka” Anies Tak hendak Ambil Pusing Wajahnya Diubah Jadi Meme Joker

Artira Dian

Selamat Merayakan Hari Natal kepada Seluruh Umat Kristiani Anies Baswedan

Artira Dian

Anggota DPRD DKI Diajak Donasikan 10 Persen Penghasilan buat Korban Banjir

Artira Dian

Kami Minta Pemimpin Tak Amanah Mundur Dewi Tanjung

Artira Dian

Mengedukasi Warga Jaga Lingkungan Bersih dan Pembagian Paket Sembako kepada Warga Pesisir Kalibaru

Artira Dian

Pelaku Kabur setelah Bertatap Muka Pengakuan Korban Penyerangan Kelompok John Kei

Artira Dian

Tangerang Selatan Dipastikan Terapkan PSBB dari Sabtu 18 April 2020

Artira Dian

Begini Kronologinya Viral Video Pengendara Motor Hadang Mobil Ambulans yang Bawa Pasien di Depok

Artira Dian

Siap-siap Diganjar Tilang Elektronik Tak Juga Tertib Berlalu Lintas di Lokasi Ini

Artira Dian

Polisi Periksa Kepala Bapenda Pemkot Bekasi Polemik Ormas Minta Jatah Parkir

Artira Dian

Diserahkan menuju Polisi dalam Kondisi Bonyok 2 Terduga Curanmor di Ciputat Pasrah Dipukuli Massa

Artira Dian

Wanita Ini Jauh Jauh Dari Kalimantan Selatan Ke Jakarta Untuk Kawal Sidang Putusan MK

Artira Dian

Leave a Comment