Internasional

Presiden AS & Kuba Bertemu Setelah Putus Hubungan Diplomatik Hari Ini Dalam Sejarah 11 April 2015

<div ><div id='InformasiAwal'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Pada 11 April 2015, untuk pertama kalinya sejak 50 tahun, Presiden Amerika Serikat dan Kuba saling bertemu. Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan Presiden Kuba, Raul Castro, bertemu sejak hubungan keduanya putus pada tahun 1961.

Presiden Kuba, Raul Castro adalah saudara dari pejuang revolusioner Kuba, Fidel Castro. Sementara Presiden Amerika Serikat, Barack Obama adalah presiden kulit hitam pertama di negeri paman sam. Keduanya berjabat tangan dan saling menyatakan kesediaannya mengakhiri perseteruan diplomatik tingkat tinggi pada masa lalu.

<div ><div id='SekilasPutusnyaHubunganDiplomatik'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div> Hubungan Amerika Serikat dan Kuba sempat putus pada tahun 1961, saat Presiden AS saat itu, Dwight D. Eisenhower memutuskan hubungan diplomatik. Pemutusan hubungan diplomatik dilakukan setelah revolusi yang dipimpin Castro berhasil menggulingkan seorang diktator yang didukung AS dan menempatkan kekuasaan baru dibawah afiliasi rival AS, yaitu Uni Soviet.

Selama lima dekade berikutnya, AS berupaya mengisolasi Kuba secara ekonomi dan politik. Meskipun AS gagal membuat negara negara lain bergabung dengan embargonya, kebijakan tersebut dinilai melumpuhkan pembangunan ekonomi Kuba. <div ><div id='KembaliBersatu'><ul ><li style='border bottom : 1px solid #a2a9b1;'><h2> </h2></li></ul> </div></div>

Pada tahun 2008, Fidel Castro mengundurkan diri sebagai presiden. Tahun yang sama inilah, Presiden Barack Obama terpilih. Di awal pemerintahannya, Obama menandatangani undang undang yang berisi pembukaan kembali embargo AS ke Kuba yang memudahkan orang Amerika bepergian ke negara kepulauan tersebut.

Berhentinya Fidel Castro, membuat negara Kuba diambil alih oleh saudaranya, Raul Castro. Obama dan Raul bertemu dan saling berjabat tangan di upacara peringatan untuk Nelson Mandela tahun 2013. Pada tahun tersebut, para pejabat dari kedua negara membahas hubungan normalisasi melalui pembicaraan tertutup yang difasilitasi Paus Francis I di Kanada dan di Vatikan.

Pada bulan April berikutnya, Castro dan Obama bertemu. Mereka kembali berjabat tangan dan berfoto bersama di Panama City, Panama. Kedua pemimpin ini menekankan adanya kerjasama kembali antar negara.

Namun keduanya sama sama sepakat bahwa pertemuan mereka hanyalah awal dari dialog panjang di masa depan. Tidak lama setelah pertemuan tersebut, pemerintahan Obama menghapus Kuba dari daftar negara negara yang mendukung terorisme. Hubungan diplomatik keduanya secara resmi dibangun kembali pada bulan Juli.

Kebijakan 'Cuban Thaw' bersama Joint Comprehensive Plan dengan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya adalah saalah satu pencapaian kebijakan publik pemerintahan Barack Obama. Kebijakan ini berbeda dari penggantinya, Donald Trump. Pemerintahan Trump masih memberlakukan pembatasan pada Kuba, namun belum mengakhiri apa yang sudah dibangun Obama.

Trump juga masih mempertahankan hubungan perdagangan keduanya. Sementara sampai saat ini, kedutaan AS di Kuba juga masih ada dan pihak AS dibawah Trump tidak meminta Kuba mencabut kedutaannya di Washington D.C. <div >

Berita Terkait

Akhirnya Lakukan Hal Ini Pasangan Ini Tak Bisa Berhubungan Intim Karena Obesitas 11 Tahun Menikah

Artira Dian

AS Akan Jatuhkan Sanksi Baru menuju Iran Setelah Serangan Rudal Trump

Artira Dian

Dubes Baru RI di AS Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Donald Trump

Artira Dian

Kenekatan Mantan Tukang Becak Ini Viral Kakek 62 Tahun Kayuh Sepeda menuju Mekkah Rindu Ka’bah

Artira Dian

KBRI Pantau 3.138 WNI Italia Ditutup Total Akibat Virus Corona

Artira Dian

Bu POPULER Tragedi 39 Orang Tewas di Dalam Truk Aku Tak Bisa Napas Korban Kirim Pesan Terakhir

Artira Dian

Badan Pariwisata Bantah Tiket Pesawat menuju Jepang Setengah Harga

Artira Dian

Ratna Sari Dewi Mengaku Mendapat Berlian 10 Karat dari Presiden Soekarno

Artira Dian

2 Minggu Tak Pulang wajib Pakai Popok Dokter di Wuhan Mengaku Disiksa Keluarga Pasien Virus Corona

Artira Dian

Dampak Perubahan Iklim Mengancam Banyak Negara Kepulauan

Artira Dian

Polwan di Rusia Akhiri Hidup Tembak Kepala Sendiri Bekerja dengan Senior yang Memperkosanya

Artira Dian

Kebakaran Hebat Landa Hutan Hujan Amazon, Peta Ini Tunjukkan Parahnya Sebaran Titik Api

Artira Dian

Leave a Comment