Kesehatan

Produk ini Secara Klinis 2 Kali Lebih Baik dari Glukosamin dalam Atasi Gangguan Persendian

Siapapun kita menginginkan kesehatan untuk bisa berkarya dan mengisi peran untuk mereka yang kita cintai. Tapi semua manusia hanya bisa berencana karena semua itu tidak pasti namun satu hal yang pasti yakni setiap manusia pasti akan menjadi tua, dan konsekuensi tua juga membawa organ organ badan yang mulai menurun fungsinya. Mungkin kita sering mendengar kakek nenek kita atau orang tua kita atau orang tua yang kita kenal mulai mengalami masalah pada persendian mereka.

Biasanya mereka mengalami kurang oli pada sendi. Kondisi ini bisa juga disebabkan oleh Osteoathritis atau penyakit autoimmune Rheumatoid Arthritis. Gejala keduanya hampir sama dan dapat menyebabkan kerusakan sendi yang sangat fatal.

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit autoimmune dimana kondisi immune dalam tubuhnya menyerang tubuhnya sendiri dan menyebabkan inflamasi sedangkan Osteoarthritis bukanlah penyakit autoimmune tapi banyak faktor penyebab Osteoarthritis ini diantaranya adalah faktor usia, obesitas, cidera hebat pada lutut, scoliosis dan cacat lahir. Dari data WHO (World Health Organization) tercatat bahwa wanita lebih rentan terhadap Osteoarthritis. "Kondisi seperti ini sebenarnya disebabkan oleh multifactorial, tetapi salah satunya erat kaitannya dengan apa yang dimasukan ke mulut kita. Seringkali masalah Autoimmune ini diawali dari masalah yang disebut dengan gutdisbiosis, yakni kondisi bocornya saluran pencernaan akibat ketidaksetimbangan bakteri menguntungkan dalam tubuh manusia," kata Venni Carolina sebagai Head Of Medical dari Imedco di Jakarta, Senin (30/12/2019).

Semua berawal dari pola hidup yang tidak sehat dan makanan yang masuk tidak semuanya sehat, makanan yang diolah dari proses pabrik dan memakai kimia yang tidak dianjurkan akan membebani saluran pencernaan. Akibatnya mulailah terjadi permasalahan dimana bakteri menguntungkan jumlahnya lebih sedikit dari yang merugikan, Situasi seperti ini mengakibatkan gangguan pencernaan. "Sebelum autoimmune terjadi biasanya ada sebab utama yakni seperti diare atau sembelit," katanya.

Lama kelamaan permasalahan ini semakin kronis dan bisa jadi pada suatu ketika makanan yang tidak terserap sempurna itu bukannya masuk ke saluran pencernaan malah masuk ke saluran darah. Nutrisi tidak tercerna secara sempurna ini akan mengakibatkan tubuh menganggap nutirisi tersebut sebagai benda asing yang harus diserang, dan disinilah masalah penyakit autoimmune terjadi. "Ada dua hal yang mencolok dari masalah autoimmune itu sendiri, yakni ada saluran pencernaan yang bermasalah dan tubuh kekurangan nutrisi. Ketika nutrisi kurang tubuh akan mengkompensasi dari bagian lain, makanya sering ditemukan kasus tubuh menjadi terasa kaku, darah tinggi, sering sakit kepala, tergantung dari mineral mana yang dikompensasi dari tubuh," kata Venni.

Berita baiknya, Imedco sebuah perusahaan yang berkolaborasi dengan berbagai perusahaan multinasional hadir membawa solusi atas permasalahan sendi dengan menghadirkan sebuah produk yang merupakan terobosan di dunia kesehatan, Yusitu. Umumnya masalah sendi ini diatasi dengan glukosamin. Walaupun sebagai solusi yang bisa membantu, glukosamin bisa dianggap kurang cocok untuk solusi masalah persendian di Indonesia.

Indonesia adalah negara pengkonsumsi terbesar di dunia dan termasuk negara dengan kasus diabetes no 4 terbesar di dunia hal ini menjadi alasan Glukosamin bukanlah solusi yang sempurna karena mengandung gula. Selain daripada itu produk ini hadir untuk menyembuhkan bukan sekadar pereda nyeri semata. Karena produk ini secara fungsi juga mampu menambal malnutrisi yang terjadi di tubuh penderita dan merangsang tubuh untuk regenerasi bantalan tulang dan tulang rawan yang rusak. Akibatnya, secara berangsur angsur tubuh akan beregenerasi dan sembuh selayaknya tubuh normal.

Maka tidak heran di negara asalnya, yakni Amerika Serikat produk ini merupakan produk favorit yang menjadi solusi masalah 16,6% negara asalnya. Produk ini hadir dengan nama paten UC II, Undernatured Type II Collagen. Di Indonesia, Imedco menghadirkannya dengan nama dagang Yusitu.

Efeknya produk ini pun cukup menjadi unggulan dalam membantu masyarakat Indonesia dalam mengobati berbagai masalah persendian. Yusitu ini didukung dengan penelitian puluhan tahun dan telah membantu jutaan orang di negaranya. Pertama kali diluncurkan produk ini mendapat sambutan cukup baik karena terbukti secara klinis 2x lebih baik dari glukosamin.

Berita Terkait

Meditasi hingga Kurangi Konsumsi Kafein Penyebab Mata Kedutan & Cara Perawatannya

Artira Dian

Setelah Anak Berusia Dua Tahun, Susu Hanya Makanan Pelengkap

Artira Dian

Menkes Terawan Sebut Jamu Primadona yang Akan Terus Dibangkitkan

Artira Dian

Cerita Penderita HIV yang Diusir dari Rumah Mertua Setelah Suaminya Meninggal

Artira Dian

Siswa Peneliti Khasiat Tanaman Bajakah Khawatir Masyarakat Salah Konsumsi

Artira Dian

termasuk Soal Vaksin Pneumonia 10 ‘Mitos’ tentang Virus Corona yang Dipatahkan oleh WHO

Artira Dian

Diberikan Kepada yang Membutuhkan 6 Juta Anggota Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Ganti 4

Artira Dian

dari Kubis hingga Bawang Putih 5 Makanan buat Menjaga Kesehatan Ginjal

Artira Dian

tapi Inilah yang Membedakan Tampak Mirip Perbedaan Gejala Virus Corona dengan Flu Biasa

Artira Dian

Demam Berdarah Itu Jauh Lebih Jahat! Imbau Masyrakat Tak Takut Virus Corona dr Handrawan Nadesul

Artira Dian

Termasuk Kunyit & Bawang Putih 5 Obat Alami yang Ampuh buat Menurunkan Kadar Kolesterol

Artira Dian

Coba Celupkan Jari menuju Air 6 Uji Kesehatan Sederhana buat Cari Tahu Kondisi Tubuhmu

Artira Dian

Leave a Comment