Nasional

Tempat Bersejarah Berusia 100 Tahun Liputan Khusus Rumah Rengasdengklok (1)

Nama Rengasdengklok terngiang melalui buku buku sejarah saat sekolah, sebagai tempat di mana pendiri bangsa ini, Soekarno dan Hatta 'diculik' oleh Kelompok Menteng 31 tepat sehari sebelum negara ini merdeka 75 tahun silam. Butuh waktu setidaknya 2 jam dari Jakarta untuk sampai di Rengasdengklok, Jawa Barat, tempat penculikan Bung Karno dan Bung Hatta. Tepatnya di rumah seorang petani keturunan Tionghoa Djiaw Kie Siong. Untuk menuju ke sana kita harus melewati jalan panjang dengan pemandangan sawah di kedua sisi jalan dan gang gang sempit sebelum sampai tujuan.

Dulu tak banyak orang tahu di mana Rengasdengklok. Kini, kita bisa mencarinya dengan mudah mengikuti aplikasi penunjuk jalan. Rumah Djiaw berwarna hijau. Di dekat rumah terlihat berbagai gambar tokoh yang terlibat Peristiwa Rengasdengklok seperti Sukarno, Hatta, Wikana, Chaerul Saleh, dan Achmad Soebarjo. Di dalam rumah terpajang sejumlah foto dan perabotan yang pernah digunakan Sukarno dan Hatta seperti tempat tidur, meja, dan kursi.

Dulu Rumah Djiaw Kie Siong berada tepat di sisi tanggul Sungai Citarum. Lokasinya yang tersembunyi, menjadi alasan dijadikannya rumah ini, tempat 'penculikan' Bung Karno dan Bung Hatta. Yanto bercerita bangunan rumah Djiaw Kie Siong sudah bergeser dari posisi aslinya. Banjir jadi penyebabnya, lantaran waduk Jatiluhur belum selesai dibangun. Posisi rumah asli saat ini sudah terendam air. Namun, pada 1957 menurut cerita Yanto, bangunan rumah dipindahkan sekira 20 meter dari tempat asal.

"Rumahnya tahun 1957 sama si Kakek (Djiaw Kie Siong) dicopot di sana, pindah ke sini. Kalau sekarang tanah yang di sana sudah jadi sungai. Kalau tidak dipindah bangunannya habis kegusur air," tutur Yanto. Rumah Djiaw Kie Siong dibangun sejak 1920. Menurut Yanto, tahun ini umur bangunan rumah tepat berusia 1 abad. "Rumah dibangun 1920. Sejarahnya menjelang kemerdekaan Soekarno Hatta istilahnya diculik oleh golongan muda," ujarnya. Berdasarkan cerita yang didapat dari Djiaw, ucap Yanto, Soekarno dan Hatto ke rumah tempat keduanya diculik di Rengasdengklok pada 15 Agustus sore.

"Menginap semalam. Lalu 16 Agustus menaikan bendera di Tugu Pembulatan Tekad sekarang dulu bernama Pos PETA. Sore datang tanggal 15 dapat menginap semalam, rapat untuk perumusan, selesai naik bendera duluan di pembulatan tekad," imbuh Yanto. "Baru malamnya dijemput balik ke Jakarta sama Pak Achmad Soebardjo sampai Jakarta subuh 17 Agustus 1945. Sempat sahur di tempat Laksamana Maeda baru naskahnya diketik oleh Sayeti Malik. Baru jam 10 pagi diproklamasikan di Jalan Pegangsaan Timur," ucap Yanto. Yanto mengatakan Bung Karno menginap di kamar yang berada di kanan dari ruangan utama. Berukuran sekira 4×4 meter. Sementara Bung Hatta menempati kamar yang berada di kiri dari ruangan.

Sementara ruang tengah digunakan untuk menyusun perumusan kemerdekaan, tepatnya di atas meja segi empat. Namun, barang barang yang asli, berada di Museun Siliwangi, Bandung, Jawa Barat. "Setelah merdeka, tempat tidur yang ditempati beliau (Bung Karno) terus peralatan yang dipakai, meja segi empat, teko dan lain lain dibawa ke Museum Siliwangi Bandung," katanya. Kini, Yanto meneruskan amanah dari Djiaw Kie Siong untuk 'menjaga' rumah bersejarah berusia 100 tahun di Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Berita Terkait

Kiprah Para Menteri hingga Pro & Kontra Sejumlah Kebijakan di 100 Hari Pemerintahan Jokowi

Artira Dian

Gelombang Capai 4 Meter di Laut Natuna Selasa 17 Maret 2020 Info BMKG Gelombang Tinggi Hari Ini

Artira Dian

Sebut Sasaran Program Asesmen adalah Sekolah & Guru Jokowi Dukung Penggantian Ujian Nasional 2021

Artira Dian

Peringatan Dini BMKG: Wilayah Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Hari Ini Hingga Lusa 8 10 Maret 2019

Artira Dian

Ini Pesan Jokowi di Instagram Peringati Hari Sumpah Pemuda

Artira Dian

Mengenal Istri-istri Menteri di Kabinet Jokowi yang Cantik-cantik & Berprestasi

Artira Dian

Sertijab Kementerian Pertahanan Akan Dilangsungkan Besok

Artira Dian

KPK Periksa Istri Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin

Artira Dian

Pembelajaran Jarak Jauh Permanen Tidak Sepenuhnya Online Kemendikbud

Artira Dian

Waspada 17 Wilayah Berpotensi Hujan Petir Peringatan Dini BMKG Cuaca Ekstrem Selasa 26 Mei 2020

Artira Dian

Mahfud MD Ungkap Alasan BIN Tidak Lagi di Bawah Koordinasi Kemenko Polhukam

Artira Dian

Mekeng Sebut Sejumlah Relokasi Anggaran buat Lawan Corona

Artira Dian

Leave a Comment